Sabtu, 14 Januari 2012

Diabetes Mellitus


BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar  Belakang  Masalah
            Diabetes mellitus merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensi semakin meningkat dari tahun ke tahun, penyakit ini dapat mengenai semua organ tubuh dan menimbulkan berbagai macam keluhan. Gejalanya sangat bervariasi dan dapat timbul secara perlahan, sehingga pasien tidak menyadari akan adanya perubahan seperti minum yang lebih banyak, buang air kecil ataupun berat badan yang menurun. Pada tahun 1992, lebih dari 100 juta penduduk di dunia menderita diabetes mellitus.dan pada tahun 2000 jumlahnya meningkat menjadi 150 juta yang merupakan 6 % dari populasi dewasa (Amiruddin,2007).
            Diabetes merupakan penyakit yang memasyarakat, diabetes mellitus menjangkau kira-kira 177 juta orang di seluruh dunia. Sebagian dari penderita ini adalah diabetes tipe II. Organisasi kesehatan dunia (WHO) memprediksi bahwa data di atas masih akan meningkat lagi menjadi 300 juta orang dalam 25 tahun mendatang (Lutfi,2007).
            Di Amerika Serikat jumlah penderita diabetes mellitus pada tahun 2006 mencapai 25 juta orang dan pada tahun 2011 meningkat menjadi 40 juta orang (Arturn,2007).
Berdasarkan studi epidemologi lintas silang yang secara bersamaan menyaring 8,701 pasien dewasa penderita diabetes tipe II di 103 pusat medis yang di ikutkan dalam penelitian dalam penelitian ini tersebar di 10 negara di Asia                                                                                                          diantaranya Cina, Hongkong, Indonesia, Malaysia, Pakistan, Filipina,Singapura, Korea Selatan, Taiwan dan Thailand. Sementara itu diabetes tipe II atau sering didebut diabetes mellitus tidak tergantung insulin (DMTTI) telah mencapain proporsi epidemik, Khususnya di Asia. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya populasi usia lanjut, prevelensi obesitas serta perubahan gaya hidup (Amiruddin,2007).
Jumlah pengidap diabetes mellitus di Indonesia menurut data WHO Pada tahun 2011 dengan jumlah penderita diabetes mellitus 8 juta jiwa dan prediksi akan meningkat menjadi lebih 21 juta jiwa pada tahun 2025 (Arturn,2007).
Data di Nanggroe Aceh Darussalam, yang di dapatkan dari sensus penduduk tahun 2011 yang menderita diabetes mellitus sebanyak 21%. Di Banda Aceh yang didapatkan hasil pendataan bahwa penyakit diabetes mellitus lebih kurang 605 kasus baru terdiaknosis setiap tahunnya (Arafat, 2011)
Data yang penulis dapatkan dari Medikal Record (2011). Di Rumah Sakit Umum Daerah Cut Mutia Lhokseumawe dari bulan Januari 2010 - Desember 2010 terdapat 225 dengan jenis kelamin laki - laki 130 orang dan perempuan 95 orang yang menderita diabetes mellitus. Sedangkan dari bulan januari 2011 - juni 2011 sebanyak 164 orang menderita, dengan jenis kelamin laki - laki 79 orang dan perempuan  85 orang.
Berdasarkan uraian diatas, maka penulis  tertarik untuk menjadikan  kasus diabetes mellitus tipe II sebagai bahan studi kasus untuk penyelesaian Ujian Akhir Program (UAP) Prodi D-III Keperawatan STIKes Muhammadiyah Lhokseumawe dengan judul “ Asuhan keperwawatan  PadaTn.B dengan Diabetes Melitus Tipe II Diruang Perawatan Pria Rumah Sakit Umum Daerah Cut Mutia Kabupaten Aceh Utara”.

B.       Tujuan Penulisan
1.      Tujuan Umum
Untuk mendapatkan gambaran dan pengalaman nyata dalam melaksanakan asuhan keperawatan pada klien Tn.B dengan diabetes mellitus Tipe II di ruang perawatan pria Rumah Sakit Umum Daerah Cut Meutia Kabupaten Aceh Utara.
2.      Tujuan Khusus
a.       Mendapatkan gambaran tentang pengkajian keperawatan secara komprehensif pada klien Tn.B dengan diabetes mellitus Tipe II di ruang perawatan pria Rumah Sakit Umum Daerah Cut Meutia Kabupaten Aceh Utara.
b.      Dapat mengidentifikasi dan merumuskan keperawatan yang timbul pada  klien Tn.B dengan diabetes mellitus Tipe II  di ruang perawatan pria Rumah Sakit Umum Daerah Cut Meutia Kabupaten Aceh Utara.
c.       Dapat membuat rencana asuhan keperawatan pada klien Tn.B dengan diabetes mellitus Tipe II  di ruang perawatan pria Rumah Sakit Umum Daerah Cut Meutia Kabupaten Aceh Utara.
d.      Dapat melaksanakan asuhan keperawatan secara komprehensif pada klienTn.A dengan diabetes mellitus Tipe II di ruang perawatan pria Rumah Sakit Umum Daerah Cut Meutia Kabupaten Aceh Utara.
e.       Dapat melaksanakan evaluasi terhadap keberhasilan asuhan keperawatan pada klien Tn.B dengan diabetes mellitus Tipe II di ruang perawatan pria Rumah Sakit Umum Daerah Cut Meutia Kabupaten Aceh Utara.

C.      Metode Penulisan
            Dalam penulisan karya tulis ilmiah ini penulis menggunakan metode  deskriptif yaitu sasaran penelitian dengan mengumpulkan data melalui teknik:
1)    Studi kepustakaan adalah penelitian yang dilakukan dengan system penelaahan sejumlah sumber yang tertulis baik itu buku teks, majalah, artikel, website, webpage, dan karya tulis ilmiah lain yang berhubungan dengan penulisan karya tulis ilmiah ini.
2)    Studi kasus adalah pengalaman belajar lapangan secara langsung di Rumah Sakit Umum Daerah Cut Meutia Kabupaten Aceh Utara yang dilakukan melalui pendekatan asuhan keperawatan terhadap klien diabetes mellitus yang telah penulis laksanakan mulai tanggal 24 juni s/d 26 juni 2011 dengan teknik wawancara, observasi, pemeriksaan fisik dan dokumentasi.
       Teknik pengumpulan data yang diperlukan :
a.       Wawancara (Anamnese) yaitu : mengadakan wawancara baik auto anamnese maupun secara allo anamnese serta wawancara dengan perawat- perawat diruangan.
b.    Pengamatan (observasi) yaitu : penganmatan keadaan dan perkembangan klien selama perawatan yang dilakukan secara objektif dan objektif.
c.     Pemeriksaan fisik yaitu dengan cara inspeksi, palpasi, auskultasi, dan perkusi.
d.    Dokumentasi

D.      Sistematika Penulisan
Untuk lebih terarahnya penjelasan dan pembahasan karya tulis ini, maka sistematika penulisan disusun atas lima bab, yaitu :
BAB I  :     Pendahuluan, Latar Belakang, tujuan penulisan, metode penulisan dan sistematika penulisan.
BAB II :     Tinjauan Teoritis, Konsep dasar (pengertian, etiologi, patofisiologi manifestasi klinis, pemeriksaan penunjang, penatalaksanaan dan komplikasi) dan asuhan keperawatan (Pengkajian, diagnosa keperawatan, rencana keperawatan, tindakan dan evaluasi).

BAB III :   Tinjauan Kasus, Pengkajian, Diagnosa, Rencana, Tindakan serta Evaluasi.
BAB IV :   Pembahasan, Pengkajian, Diagnosa, Rencana, Tindakan serta Evaluasi.
BAB V :     Penutup, Kesimpulan dan Saran.....................


DAFTAR PUSTAKA
Lyndon,Saputra,(2009), Buku Kapita Selekta Kedokteran Klinik, BinaRupa Aksara Publiser. Tangerang
Corwin. E J, (2009). Buku Saku Patofisiologi.EGC:Jakarta.
Arafat.(2009)Jumlah Penderita Diabets Di NAD.http://blogspot.com. Diakses. 15  Juli 2011.
Medical Record, (2011). Rumah Sakit Umum Daerah Cut Mutia Kabupaten Aceh                         Utara.
Brunner Dan Suddart, (2002).Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah, EGC: Jakarta.
Riddwan Amiruddin, (2007). Epidemologi Dan Isu Mutakhirnya.http://Word                     Pres.Com
Rumahorbo,(2000). Asuhan Keperawatan  Klein Dengan Gangguan Sistem                        Endokrin. EGC :Jakarta.
Artun,(2007). http// Depkes.Go.Id, diakkses Tanggal 25 juli
Notoadmojo,(2004). Ilmu Kesehatan Masyarakat. Raneraka Cipta:Jakarta.
Brenda,(2003). Buku Keparawatan Klinis Kedokteran,EGC: Jakarta.
Mansjoer,(2002). Kapita Selekta Kedokteran .Edisi 3, FKUI,jakarta.
Doengoes,M E,(1999). Rencana Asuhan Keperawatan.EGC:Jakarta.
Artjatmojo,(2002).Patofisiologi Diabetes Mellitus.http://WWW.Google.com, Diakkses. 13 Juli 2011
Smetzer,(2001). Buku Keperawatan Medikal Bedah,Alih Bahasa Waluyo, A. Edisi 8, Vol.1,EGC:Jakarta.
 

1 komentar:

  1. WinStar Social Casino to launch with a virtual
    ‎VIPSTER CASINO REVIEW 여수 출장샵 · ‎Hollywood Casino App · 사천 출장마사지 ‎Promotions · ‎Contact 공주 출장마사지 Us 충청북도 출장안마 · 전주 출장마사지 ‎Rewards

    BalasHapus